Teryakinkan

Teryakinkan

Suatu kejadian ketika aku memandangi foto seseorang di friendster, “aku belum yakin”

selama ini aku selalu beranjak dari keyakinan bahwa aku bisa mendapatkan sesuatu, keyakinan juga yang melandasi ketika aku memberanikan diri untuk mengungkapkan sedikit perasaan yang ada di hati dan meminta seorang wanita menjadi pendampingku, keyakinan bahwa perasaanku kepadanya tidak terbantahkan. Keyakinan dari dalam hati bahwa dia yang paling cantik, ,paling lucu, paling baik, paling menyenangkan sehingga mendorong pintu kata-kata untuk mengucapkan “kalau aku suka kamu bagaimana?” <2 lamaran yang paling berkesan selama ini selalu dimulai dari kata itu>, sehingga ketika kata itu muncul, entah jawabannya berupa penolakan atau penerimaan, aku merasa lega dan tak terbayangkan gembiranya karena aku yakin dengan kata-kata yang aku ucapkan

sempat muncul beberapa kandidat, tapi untuk mereka aku selalu tidak berhasil teryakinkan untuk mengatakan hal yang serupa

juga ketika hubungan yang terakhir yang kami lalui, aku sendiri belum yakin bahwa dia menjadi yang terakhir, aku takut dan terus khawatir aku terus bertanya, kapan hubungan ini berakhir, namun ternyata setelah ini berakhir, aku jadi terhuyung-huyung dihujani seribu ketidak yakinan apakah aku akan menemukan yang sebaik dan sehebat dia, ketika aku bersamanya dulu keyakinan itu belum tentu ada, namun setelah aku tidak bersamanya entah kenapa keyakinan itu mulai tumbuh…

aku tidak percaya sahabat. sahabat itu menurutku terlalu idealis. sahabat adalah seseorang yang bisa mati untuk demi sahabatnya. sahabat rela berkorban kebahagiaan hanya untuk membaginya dengan seorang lain. dan aku tidak yakin ada yang semanis itu di dunia yang dengan sekali hujanan masalah dan keputus asaan bisa membuat seseorang mengorbankan bahkan orang yang paling disayanginya.

entah kenapa aku lebih percaya cinta. cinta adalah perasaan yang murni, menurutku. Cinta bisa dikatakan dengan kata-kata yang paling sederhana

“Ketika dia tersenyum, aku rela perasaan bahagiaku disebarkan di seluruh dunia, karena aku yakin tidak akan pernah habis..”

bagaimanapun cinta tidak pernah seindah itu, setetes pun aku mau merasakannya karena sebegitu besar definisi yang membatasinya sehingga
setetes saja dapat menjadi seluapan kebahagiaan yang bisa diharapkan.

Namun kemarin, ketika ketidak yakinan itu muncul, aku jadi sedih dan berharap, kapan keyakinan itu muncul..
aku sayang dia
aku rindu dia
aku menyesal kehilangan dia
tapi aku tidak menyesal dia telah mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku

sekarang, aku tidak yakin bahwa aku telah teryakinkan.

Ya Allah bantulah hambamu ini, berilah hambamu ini jalan yang dia bisa yakin untuk
menapakkan kaki, menghela nafas, menghimpun jiwa, mendengar pujian, merasakan hawa, dan melantunkan keindahan
aku hanya ingin dicintai

  1. Emang kalo cowo ditolak cewe jadinya kira2 kaya gini? Ckckck… Seram juga…
    Peace :p

    • febrian
    • April 10th, 2007

    @reisha : bukan ditolak Sha hehehe cuman baru sadar bahwa tidak ada yang abadi ..

    • ainil
    • April 13th, 2007

    nothin` is eternal, but there are somethings which is everlasting

    • ika
    • April 17th, 2007

    hmmm…
    cukup mengena ceritanya…
    but it’s life..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: