Happy or Sad Ending (spoiler alert!)

Sempat suatu hari mata ini terjentreng (masya Allah bahasanya) ke acara nickeledeon Lazy Town itu tuh yang cw suka nari-nari berambut merah muda hampir tiap hari tayang jam 8….”… Berputar dan menari…”

Alkisah, si cewek dan sang hero, Sportacus ini ditantang main bola sama sang villain, Robby. Yah namanya pelem buat anak-anak (walopun ditonton oleh saya yang udah berumur 22 tahun ini), maka sang hero walopun diakalin model apapun akhirnya menang juga. Dan ketika saya perhatikan, memang tiap edisi selalu berakhir happy ending…

Halo adik-adik….kakak mau bilang, dunia ini tidak seindah itu! Banyak pertanyaan yang bisa diajukan dan saya coba menampilkan sebagian di sini.

Pertanyaan pertama yang bisa diajukan adalah : 1. kita ada di pihak mana to? Di pihak yang benar kah dan di pihak yang salah kah? kalo di acara tadi, selalu tampak hitam putih, benar dan salah. Kenyataan berteriak lain. Dunia ini kadang ada di grey area, gak jelas apa yang benar dan apa yang salah . Dan kalo dipikir lebih lanjut juga, apakah semua orang harus ada di pihak yang benar? pasti ada juga yang kebagian peran berada di pihak yang salah jalan…kita kah itu? bisa juga kan?

Pertanyaan kedua pun muncul menyembul-nyembul : 2. apakah pihak yang benar selalu menang? hmmm bahkan banyak film yang coba membantah itu.

Pan’s Labyrinth, sebuah film dengan akhir yang baik walopun tergolong sad ending. San g pencinta lullaby akhirnya harus meninggal dengan tragis, walaupun orang pasti dengan gampangnya bisa meletakkan dia di deretan pihak yang benar…Break Up? akhirnya dua orang itu putus juga..padahal semuanya udah hampir benar dilakukan, sayangnya mereka tidak berada di jalur waktu yang benar. Little Miss Sunshine menampilkan si kecil yang tidak berhasil juga menjadi pemenang kontes ratu-ratuan itu, apalagi mereka harus diusir. Click ? di hampir akhir cerita, ditampilkan bahwa adam sandler harus meninggal walopun akhirnya dijelaskan bahwa itu cuman mimpi aja.

Dari kasus click, masih ada pakem yang pengen dipegang bahwa film harus berakhir bahagia or happy ending dengan maksud bahwa film tetaplah harus menghibur, menyenangkan dan tidak membuat sedih. namun kalo saya pikir banyak juga pihak yang cukup senang dengan sad ending yang hampir ditampilkan, bahkan serasa aneh kalo yang ditampilkan malah yang berakhir happy ending. Seperti misalnya film penderita HIV (aduuh lupa judulnya) yang harus diakhiri dengan kematian sang penderita, karena jika tidak ditampilkan seperti itu, hanya satu kata…tidak akan sesuai realita!! bahwa HIV memang belum bisa disembuhkan itulah hal yang tetap harus ditampilkan.

Ah film tidak harus sesuai kenyataan kok.. yup betul, film tetaplah harus menghibur sehingga banyak film yang mengambil tema-tema fiksi dengan mengambil setting dan cerita yang sama sekali berbeda dengan kenyataan. Namun yang ingin saya sampaikan bahwa film harus tetap bisa memberikan pesan. Acara anak juga harus bisa mengajarkan banyak hal ke anak, bagaimana dunia bisa dipandang dengan benar. Jika kita mengalami sad ending apakah kira berada di pihak yang salah? bisa iya bisa tidak. Jika kita emang salah, kita harus belajar memperbaikinya. Jika kita emang benar, kita harus terima bahwa yang benar pun tidak selalu diberikan kemudahan untuk menuju happy ending kita. Semua orang pengen happy ending kan sebenarnya?

Sinetron? ah sampah

  1. Oi oi…, jgn ambil contoh ‘Lazy Town’ dong. Itu salah satu favorit sy di Nickelodeon. Sy penggemar Stepahanie (si rambut pink), cantik bgt dia…, lucu kaliiii… ^^
    Hehe, soal grey area tuh bener bgt. Tp kalo uda bingung, kembalikan lagi ke agama dan hati nurani. They’ll know what’s best for you. Halah, kek gampang aja jeng jeng…

  2. Sinetron sampah? Setuju. Kemarin gw nyoba (lagi) tontonin satu, di SCTV, yang langsung tamat gitu. Biasa juga, cerita anak SMU, tapi gak realistis sama sekali.
    Mengenai antara benar dan salah, setuju sama diBond. Ikuti hati nurani. Ceileee..

  3. Argh I hate Lazy Town😦

    Anyway, di sisi lain kematian itu belum tentu bad ending, kekalahan itu belum tentu bad ending, dan kegagalan itu apalagi pasti bukanlah bad ending.

    Dan menang atau kalah itu kadang-kadang tidak menjadikan sesuatu itu berakhir.

  4. lazy town? kadang2 terkesan berlebihan, tapi lucu. ngajarin anak buat “hidup sehat” dari kecil. masa pas ada anak yang makan permen, stephanie-nya langsung panik dan ngomong, “ya ampuuun… itu kan gulaaaa!” =))

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: