Perfect Happiness

Apakah kebahagiaan itu harus sempurna ?

Saya baca sebuah kisah,bahwa walau keluarganya serasa sudah mampan dan berjalan datar-datar saja, seorang istri merasakan kebosanan. Dia mengeluh suaminya menjadi datar dan membosankan, toh, hari minggu dan akhir pekan, suaminya susah diajak jalan mencari suasana baru

Namun apa dia rasakan ketika melihat wajah suaminya sedang menikmatik kopi? hangat.. bahwa telah ada seseorang yang sudah mendampingi dia untuk ngobrol, ketawa, sedih, bengong…..
Saya yakin kehangatan yang dirasakan seorang istri tadi itu sesuatu yang sangat berharga..

Kebahagiaan itu tanpa keluhan?

Ah dunia tidak pernah memberi kita kesempurnaan, saya yakin itu. Sang istri masih mengeluh, pertanda apa yang dia rasakan belum sempurna. Namun apakah dia tidak bahagia? Sempurna, suatu kata ideal, apakah bisa kita capai? namun apakah itu syarat mutlak untuk kebahagiaan?

Bahagia adalah kata hati, hati yang bicara. Mungkin sebagian orang merasa bahagia adalah harus sempurna (seperti saya…), namun saya jadi orang yang banyak mengeluh.. saya gak mau melihat kondisi saya sampai mana, bahwa banyak hal yang seharusnya dapat dikatakan cukup, membawa ketenangan hati, kehangatan perasaan, namun saya tidak pernah berhenti mengeluh, mencoba mencari kata dan kalimat ‘kurang’.

Kesempurnaan itu penting untuk diperjuangkan, namun bukan berarti ketidak sempuranaan bukan hal yang tidak pantas disyukuri…

  1. Ingin merasakan kebahagian si istri? Bilang aja mau cepet-cepet dapet pendamping hidup saat minum kopi Feb. Haha…

    • febrian
    • Juli 9th, 2007

    Udah saya edit tu bon…

    saya lagi gak mau mengkategorikan perasaan sebenarnya, banyak hal yang bisa diraih dan gak hanya di situ aja

    ngomong-ngomong, foto lu pake sarung… hadooooooooooooooooooh, cirebon-cirebon….

  2. Hm, pep, ga ngerti ini nyambung apa g, tapi solusi dari Ali bin Abi Thalib adalah dengan cara menjadi seperti ini:

    “…jika ada kesulitan, saya bersabar. Jika ada kebahagiaan, saya bersyukur”.

  3. Klo menurut gw feb, kesempurnaan itu ga menjamin kebahagiaan.

  4. Mungkin sebagian orang merasa bahagia adalah harus sempurna …

    setuju,..
    aku bahagia kalo hal itu sempurna,
    sempurna sesuai dengan mimpi dan cita.. ^^

  5. soal bahagia sih spesifik sama orangnya. mungkin semakin gampang orang merasa puas, relatif semakin gampang dia “bahagia”. kalo misalnya kamu pikir cuma kesempurnaan yang bisa bikin kamu bahagia, ya orang lain juga ga bisa ngelarang-larang sih… yang ngerasain toh kamu sendiri. hehehe…

    cuma menurut saya yang nyebelin itu… kalo ngeliat orang sampai menyakiti orang lain demi mengejar “kesempurnaan” yang diidam-idamkan *pengalaman pribadi* tapi hidup memang kejam. haha…

    • si
    • Juli 13th, 2007

    baca tulisan yang barusan kukirim ke emailmu.. nyambung ga yah? mudah-mudahan nyambung de :p o iya, maaaaaf… smlm kusilent, pas pagi baru liat ada miskol😉

  6. duh, feb …
    tertohok gw baca cerita lu. napa ya ? hihihihi …

  7. *liat komennya Gia*
    wah, Ma bersukur dong ya jadi manusia yang lumayan cepet puas, jadi sering bahagianya,,😀

    Yah, menurut Ma sih bahagia yang sempurna itu ga ada,, kalo dengan definisi sempurna beneran sih, lain ceritanya kalo sempurna definisi kita,,
    kebahagiaan itu relatif, tapi itu cukup kok (IMO lho), dan Ma berusaha ngehargain tiap kebahagiaan yang Ma rasain,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: