Diemen

Finally, i’ve got here after 15 hours flight with singapore airlines

Hehehe, sekarang alamat saya di ouddiemerlaan 110 room 122 1111 HL Diemen Netherland, kalo ada yang mau ngirim paket, hadiah, kado, makanan, silakan dikirim aja, saya sama sekali gak keberatan buat nerima karena terhitung 2 hari disini udah 4 kali saya makan indomie, ndak sehat banget to yoo…. gimana lg, susah juga nyari makanan yang halal dan baik di sini

Diemen

Kota Diemen kecil tapi bagus, kota kecil dengan rumah seragam, bangunan dimana-mana mirip, dengan banyak orang bule berkeliaran (iya laaaaah, siapa lagi) lebih mirip town di sini, dengan jalan-jalan dari batu yang ketata rapi, bangunan-bangunan tua, banyak kanal dan sungai besar

Banyak hal yang berbeda, termasuk bahwa kami melihat lebih banyak sepeda dibandingkan dengan motor dan mobil, jalur sepeda hampir selalu ada berlantaikan batu merah dan diletakkan di sisi paling luar jalan raya. Satu hal yang mengesankan kami dari kota diemen yang kecil ini adalah, ketika kami menyeberang, pengendara mobil seketika berhenti dan memberi kami jalan, suatu hal yang takkan pernah terjadi di Jakarta!

Hogeschool Inholland

Honestly speaking, kampus kami Hogeeschol Inholland di diemen mengingatkan saya akan warna-warni dunkin donuts hihihihi, hari pertama tiba kami langsung diajak ke kampus untuk tanda tangan kontrak apartemen, dan melihat-lihat kampus, bertemu dengan wali kami di sini, Jan Baas (cocok banget deh jadi granpa kami..) dan akhirnya pergi ke apartemen di Kiezel.

Apartement kami dari far-far away

Apartment kami cukup nyaman dan luas, dengan satu tempat tidur, bantal dan selimut tebal (tentu saja kami butuh itu!) , kamar mandi dalam, meja, lemari, kulkas (membuat ketagihan menyimpan minuman dingin ), kompor listrik dan beberapa peralatan yang cukup membantu bereksperimen membuat masakan (walau berkutat di bahan telur dan indomie, sudah pernah tampil telor dadar campur energen, rasanya gak enak sama sekali errgh …., ada yang mo bantu ngasih saya pelajaran masak?), ada juga pipa pemanas di sepanjang dinding (yang tampaknya akan kami korbankan untuk membantu mengeringkan pakaian hihi), interkom untuk berkomunikasi dengan pihak di luar kamar, kursi menghadap jendela, cukup senang menyarangkan pantat di sini……..

My desk, precious pleiades, and Lebonyugi

Untunglah di sebelah apartemen kami tidak jauh terdapat supermarket albert hein (kalo di indo mirip sama indomart kali, dimana-mana ada), yang benar-benar kami andalkan untuk belanja kebutuhan sehari-hari kami (dan kebutuhan hibernasi di apartemen), dan ada turki shop, hurayyy, lumayan memudahkan kami mencari bahan halal untuk kembali bereksperimen dengan kompor dan wajan, namun masalah harga adalah masalah yang cukup sensitif bagi kami mahasiswa-mahasiswa yang mengandalkan hanya beberapa lembar kertas uang euro. Jadi ketika kami melihat barang dengan harga 0,XXX euro, kami sangat senang dan langsung memasukkan ke keranjang, walau akhirnya sadar barang itu belum kami butuhkan… 1 euro terasa sayang untuk mengeluarkan, 2 euro semakin sayang, 3 euro apalagi, 4 euro dah emoh buat belanja….jadilah uang receh yang ada di kantong jins kami, kami sayangi dengan sepenuh hati karena banyak hal yang bisa dibeli dari receh ‘tak berharga’ itu..

Menunggu bus 44

Transport umum? andalan di sini adalah bus, trem, metro dan kereta. untuk tiga jenis yang pertama kita mengandalkan stripen card yang kita harus beli sebelum nya (pra bayar maksudnye) seharga 6.80 euro… arrrrggggh mahal amir, tiap kota di amsterdam dihubungkan oleh zone-zone, ketika kita hendak menyeberang zone itu dengan tiga tipe transport tadi, kita harus memberikan tanda di card kita bahwa kita akan menyeberang misalnya 1 zone, 2 zone, dan dalam beberapa hari kita sudah kehabisan tempat di stripen card kita, jadi kita harus beli yang baru untuk bisa menggunakan mekanisme zone tadi….. (oh 6.8 euro ku)

Sekian dulu cerita tentang Diemen dan netherland secara umum, setelah ini mungkin bisa cerita tentang Amsterdam dan Red Light District (lokasi sudah teridentifikasi ) yang kesohor hohohoho

  1. Yihiii… ada si lebonyugi. Keknya tambah mirip km aja Feb. Eniwei, itu yg difoto siapa aja? Temen2 baru ya? Kenalin dong Feb. Eh, si Edo kok ga keliatan? Jgn2 dia lg diperah susunya buat bahan baku keju belanda? Kasian amat.


    yup, dapat kenalan baru dari petra trisakti dan bunda mulia, ada rudy, ariane, nadya, farid dan teddy, nanti kalo ada kesempatan dikenalin… edo lagi hibernasi disini hehehe, biar susunya lebih banyak keluarnya nanti di musim dingin

    • curhatanku
    • September 3rd, 2007

    nduttt…
    ga ada yang bisa diledekin di basdat lagi, ga ada yang traktir teh kotak lagi, dasar gendut, senangnya dirimu…
    take care yahh..
    salam buat rinso ama soto juga, trus buat tedonk juga


    saya ndak genduuut!!! cuma agak sedikit montok
    salam juga buat semua yang ada di basdat yang pernah kususahin ambil jajan gak bayar (baru ngaku sekarang .. :p )

    • RukmaPratista
    • September 3rd, 2007

    Eh sebelahe kethek kuwi opo? Drawing tablet ta?

    Ati2 dul nang kono…ojo dolen nang RLD ae…


    iku fotone pleiades star cluster hehehe

    • cho
    • September 3rd, 2007

    Huaaa su-egg-gooiii tuennaannn… si endut akhirnya ke Belanda juga–cita-citamu pas lagi nonton Mr.Bean’s Holiday akhirnya kesampean Feb. Foto2nya bikin ngiler pengen ke Eropa juga… Selamet deh ya,, salam buat kanal2 sama kincir angin!

    Eh tapi pas baca paragraf pertama agak bingung juga:

    “terhitung 2 hari disini udah 4 kali saya makan indomie, ndak sehat banget to yoo…”

    Emang di sono ada Indomie juga ya? Kirain di sana adanya Hollandmie ato apa gitu..


    sayangnya ndak ada martabak holland huhuhuuuu kangen banget sama masakan indonesia, iya ya co, perasaan baru beberapa bulan yang lalu aku bilang kayak gitu, alhamdulillah bisa kesampaian sekarang… Yang Di Atas memang Maha Besar

    • ainil
    • September 3rd, 2007

    weleh2 itu apartemen gede bener ya feb?
    pantesan mahal hoho


    gede memang, karena memang banyak kamar ndut, yang menghuni benar-benar dari banyak negara tapi yang dari Indonesia kalo dikumpulin juga bisa dapat satu lantai sendiri heheheh semuanya mah mahal disini, ooooh

  2. i can hardly wait for the oncoming Red Light District report….^^


    berhubung restriction di blog ini, mungkin bakal banyak eufimisme, metafora, anonimia (halah) hhihihi, jadi gak bisa diharapkan terlalu banyak lek hehehe

  3. Salam buat mas-mas keturunan kompeni Belanda atw VOC, hehe…

  4. Sopo ae to sing nang Londo? Kok akeh? Barengan kuliahe ta?


    Kami yang berangkat :
    1. Saya
    2. Edward
    3. Eunice
    4. Ryan
    5. Soto
    (kesemuanya dari ITB)
    6. Ane
    7. Nadya
    (dari Trisakti)
    8. Rudy
    9. Farid
    (dari Petra)
    10. Teddy
    (dari Bunda Mulia)

    Gimana mas master-nya?

  5. Huhu…. diemen… bisa demen ni… sukses ya Feb… jangan kalah ma orang2 di sana… tunjukin Indonesia yang terbaik. Ngeluarin fave words ah,

    Inggris kita linggis
    Amerika kita setrika
    Belanda kita gerinda
    Jepang kita tendang
    Ganyang malaysia
    Selamatkan siti nurhaliza!

  6. akhirnya ada juga postingan dari sono. gimana bahasa belandanya?😛
    hmm… beneran emang mirip dunkin tulisannya…


    bener kan mirip? kapan nih kita hedon lagi? kamis ini ya? siapa sekarang gilirannya? kamu terakhir belum dasar… yang gantiin posisi gw nih?

  7. Lha terus? yang 2004? piye sih programe? setahun? dua tahun?

    • edo
    • September 10th, 2007

    ah sadis nih….si febri sadis
    gw belum hibernasi masih musim panas
    itu gw yang moto bond…gw masih bangun
    musim dingin masih 3 bulan lagi


    masak sih do? hihihih kayaknya lu tidur terus disini heheh, eh itu gw ding

    • mira
    • September 17th, 2007

    Ga pernah online yah?
    Jadi lulus bareng? :))

  8. Main bola bareng yuk di Delft😛

  9. keren euy…
    gw ntn Mr. Bean juga ah :p

  10. huwaaa..
    ketinggalan postingan banyak ^^
    Wahh, keren kali pun Londo Ndut..

    kampusnya lucu, bener kayak Dunkin.. nyummmi
    *ups, poso dink😛

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: