We are brothers

Cerita ini tentang perayaan hari Idul Adha kemaren

Hari Rabu 19 Desember 2007 tepat pukul 07.00 kami bersiap untuk merayakan Idul Adha

Yah kebiasaan lama terulang, kelompok kami terpecah jd 2, ada yang berangkat duluan (grup biru ato kelompok rajin) dan kelompok yang berangkat terakhir (grup merah ato kelompok lelet, dan bisa ditebak, saya termasuk didalamnya), tp tujuan kami tetap satu jua, Masjid PPME (Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa) yang ada di Osdorp sana… dimanakah osdorp?

ternyata osdorp jauhnya naudzubillah min dzallik, ditempuh naek trem nomor 17 selama 45 menit, dan kamipun terkantuk-kantuk sepanjang perjalanan, dan tanpa sadar ternyata trem yang kami tumpangi ini sudah dipenuhi orang-orang yang mau merayakan di tempat yang sama dengan kami, waaah….. We are brothers, men….

Takbir berkumandang… jam 9 pagi (9 pagi di sini mah sama aja jam 6 pagi di indo, ayampun masih merem melek) dan kami duduk dengan jenak di dalam masjid yang ternyata sebuah lantai apartemen yang disulap dan ditata sedemikian rupa untuk nyaman dijadikan tempat sholat. Banyak masyarakat Indonesia berkumpul disini, dan ternyata saya berkesempatan bertemu dengan kakak kelas yang langsung mengenali saya

“Febri ya, wah katanya Pak Tedy kamu di Belanda, saya Agung…” wah wah, pak Tedy (guru Biologi saya, temen baek karena dulu beliau adalah tutor saya yang menemani saya ke Jakarta sepanjang keikut sertaan LG Prima, terima kasih bapak, sayang selalu ketika saya berkunjung ke SMUN 3, belum bisa ketemu beliau lagi) bisa tahu saya udah jd temennya bangsa kumpeni ini hehehehe, saya sudah denger cerita Mas Agung ini, jd saya gak terlalu surprise, tp seneng dapat kenalan baru yang ternyata kita pernah sesekolah dulu, saya kelas 3 dia kelas 1, eh kebalek, dia kelas 1 saya kelas 3, eh kebalek lagi (buang-buang tinta kamu feb), dia kelas 3 saya masih newbie di SMUN 3 Malang..wah We are brothers….

Eh eh, sampe mana tadi.. yak Sholat Ied dimulai.. setelah itu dan khutbah dimulai… khutbah nya lumayan panjang juga sih, dari aku pribadi sih gak papa, karena jujur kangen juga diceramahin lama2 yang dulu biasanya kudapat dr terawehan di bulan Ramadhan😦, apalagi isinya benar2 ngingetin aku jangan hanya mengejar nilai2 dunia ini, tp kami berlima (Muslim dari Eksistente Diemen 2007) harus mulai sedikit khawatir karena siang ini akan ada exam buat Internet Programming.. duh duh, masih mikir dunia terus, tp gimana lg.. andai bisa merayakan idul adha ini dengan tenang, tp hati kami terhibur dengan, bapak-bapak seksi konsumsi yang selesai khutbah dengan sigap menata meja, menaruh tempat nasi, penghangat makanan, dan menuang gulai kambing, wah … We are brothers , sir.. (harap dicatat, statemen ini saya tujukan untuk bapak-bapak seksi konsumsi, bukan kambing-kambing yang dikurbankan di hari itu!) catatan tambahan, mentor saya bilang saya tambah gendut, hiks hiks

yak janji kami dengan gulai kambing sudah terselesaikan, kami harus bersiap-siap menempuh perjalanan pulang ke Diemen yang sama naudzubillah jauhnya dengan perjalanan berangkat kami, mata saya tertuju ke PDF reader di HP saya dan akhirnya kepala saya terkulai lemas ngantuk di trem, untungnya saya gak ketiban sial diledekin anak-anak bule ABG yang ngeledek kami dengan bilang “sudah sampai central station” (padahal masih jauuh) ke edo yang ngorok dengan sukses nya di sebelah saya, saya yang sudah terbangun dan memandang pdf (materi ujian kami di Internet Programming) di HP cuman tertawa dalam hati… We are not brothers kids…

Ujian IP terselesaikan alhamdulillah dengan baek, maaf buat temen segrup saya yang dengan suksesnya saya judesin (saya judes kalo disuruh ujian praktik kelompok kayak gini), tp dia gak protes, malah fine dengan hal itu kalo hasilnya baek hehehehe, selesai dinilai, saya langsung menghambur keluar mengejar metro karena ini jadwal saya kerja…sayangnya.. saya belum menunaikan sholat Ashar.. saya bersiap tayamum.. dan menyiapkan baju-baju saya agar sholat dengan nyaman di perjalanan ini, samar2 saya lihat bahwa bapak disebelah memandangi..

Sholat di sini adalah sesuatu yang sesuatu yang butuh perjuangan lebih untuk diraih, tidak banyak tempat, saya pernah sholat sambil duduk di bangku taman, dan ini pertama kali saya sholat di metro, kadang di kala ini lah saya paham arti sholat yang lebih dari arti membungkuk dan sujud, ingat Allah dimanapun saya berada, berjuang di antara keasingan dan keheranan, menyepi di antara keramaian.. kadang lebih nikmat.. sungguh….

Bapak yang td menyimak saya menghampiri saya.. dan bicara dengan bahasa belanda dengan jernihnya… cuman saya yang bodo dutch ini, bisa nangkap, dia menyarankan saya kalo sholat, lebih baek mengarah ke arah perjalanan metro, jangan ke arah sebaliknya, berikut kutipan percakapan saya dengan beliau

Beliau : ” where are you come from…”

Saya : “Indonesia.. ” (menjawab dengan senyum, mencoba menawarkan rasa terima kasih ramah atas perhatian dan kepedulian beliau)

Beliau : ” Masya Allah… ”

We are brothers…….

    • ainil
    • Desember 24th, 2007

    cerita yang ditulis keren banget feb! membuat hati tergugah dan tersentuh. sadar bahwa kita nggak sendirian. seperti yang kamu bilang we are brothers, walopun beda warna kulit tapi tetap ada tali pengikat. cerita yang menginspirasi. semangat ya nak! you are definitely not alone🙂

  1. damn, good story.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: