College, Internship, Dutch, Key and Massage [part 2]

Harusnya sih ditambahin kata ‘mesum , eh museum di judulnya’ wakakakaka

Selama jadi TKI di sini, hal yang paling aku benci adalah… aku gak bisa dutch. Baik baca, nulis, dengerin, apalagi baca, aku sama sekali buta!! jadi ketika temen2 kerjaku ngomong, rasanya aku kayak orang yang diasingkan, ditaruh di kursi pojok gak diajak ngomong hiks hiks…..pengen bisa dutch, tapi dari dulu aku punya pikiran. Language ability tuh tentang talent. Aku iri aja sama orang-orang yang bisa belajar bahasa lain dengan cepet. Aku mah lemoooot. kalo mo ngomong2 gitu aja rasanya dah mikir grammar 1000 kali (biasa otak kiri) jadinya kemampuan bahasaku susah banget ke asah. Yah jadinya temen2 ngomong apa aku cuman mikir : “mereka ngomongin aku apa ndak ya ?” hiks…

Yah beberapa blunder pun sempat menghiasi indahnya hariku (huekss). Alkisah 2 mingguan ini temenku Rimba menginap di kamarku karena dia belum dapat housing dan terpaksa berangkat magang ke Amsterdam. Kamarku ini paling deket dengan amsterdam dan cukup available (wah denger2 cerita tentang anak2 lain mengekspansi kamar2 temen2 yang lain rasanya cukup menaikkan hawa bunuh membunuh. Ada yang satu kamar dihuni dusel-dusel 4 orang dan gak mau pergi-pergi padahal yang punya kamar cuman mengijinkan 2 orang buat 2 hari).

Aku berangkat ke Haarlem tiap hari jam 7.58 jadi harus bangun jam 7 . Si rimba enak, dia agak nyante, berangkat jam 9 an. Nah terpaksa bukan aku yang megang kunci karena dia keluar lebih akhir dari aku. Naaaaaah. Ini lah awal cerita blunder. Alkisah aku dah mandi, dah cantik, make bedak, lipstik (feb, mau kerja ato mbencong to..) dan dah siap berangkat kerja. Terdengar bunyi gebyur-gebyur gantian si Rimba yang mo siap-siap. ya udah aku ambil kunci. Pamitan ke Rimba ” Rim, berangkat dulu rim…” terus kupastiin semua dah terkunci rapat, dan berangkatlah aku dengan riang gembira menyambut hari.

20 menit kemudian. Di kereta Amsterdam – Haarlem. Telpon ku berbunyi. ” Feb, kunci mu dimana?”.

Oh tidak. Kuraba saku jaket dan menemukan segepok kunci apartemenku. Ternyata aku ngunci Rimba di dalam kamar. Hasil dari kebiasaan ku yang dah terlatih 6 bulan ini.

Yah. Untungnya situasi tidak tambah memburuk. Rimba bisa keluar karena sistemnya memungkinkan buka kunci dari dalam. Cuman dia harus membiarkan pintu tidak terkunci sepanjang hari itu. Dah bayangin hal-hal serem aja ada orang masuk kamar dan menjarah. Terselenggaralah acara angkut angkut laptop ku dan kameraku oleh Rimba dari kamar ku yang akan tidak terkunci ke kamar temen yang laen. Dan akhirnya seharian itu kamar ku tidak terkunci…

Hemm yah. Di hari-hari berlalu di kantor. Makan siang dapat gratis ( roti ama keju, roti ama keju, roti ama keju, hiks gak bisa makan dagingnya…). Udah berkali2 aku ngemil biskuit kantor juga, ama pie ama ngopi sambil belajar buat ngoding ( bo’ooong… kamu kerja apa makan-makan doang feb?). Makan siangnya pun selalu kami habiskan di meja miting yang besar layaknya kami sekeluarga kecil bahagia.. senangnya.

Dan yang bikin tambah seneng di hari Jumat minggu kemaren adalah ada layanan pijat boooo. Setelah makan siang selesai, rupanya ruang makan kami disulap jadi tempat praktik pijat. Ada bule manis dah siap sedia beri kami pijat-pijatan. Dan tibalah giliran ku. Yah berhubung aku yang ndeso langsung duduk aja sambil pringas-pringis. Si mbak bulenya bilang kalo posisi duduk ku salah wahahahahha. Disuruh buka baju, buka celana….. eh kayaknya imajinasi terlalu banyak bicara disini… cuman disuruh buka jaket tebelku aja. dan dimulailah acara pijat memijat. Enak bu……….. aku dah tidur aja selama acara pijat 15 menit itu.

Yah banyak hal terjadi. Termasuk hari Jumat kemaren tiba-tiba ” let’s go to the museum guys!’ wahahaha. Ternyata kita ada kesempatan maen ke Frans hals museum karena kita lagi membangun website mereka. Yah walopun guidenya pake Dutch (oh tidak…..) lumayan seru liat lukisan-lukisan yang notabene realistis. Ya dasar kita orang cabul, di museum pun yang kita diskusiin, gimana bikin lukisan kayak gini pake Photoshop ya….

Gak semuanya di kerjaan seneng terus. Banyak hal yang aku coba hadapin dengan senang hati, membesarkan hati ini terus menerus….

But now, I am waiting for other funs.

  1. kamu ini keknya makan buat selingan kerja,tapi kerja buat selingan makan di kantor. heran deh, laporan kok isinya nek gak kue, lipton ice tea, pie, PS3, sebangsa2 itu deh. ckckckck..

    yah, feb, nikmati saja. ikut senang melihatmu tersenyum waktu menerima abonemen kereta plus dua zone

    * iri *

  2. Haha..
    bisa bayangin km senyum2 mesum ke mbak yg mijitnya…

  3. Susah kalau ngga bisa Dutch emang. “Diasingkan” ama temen-temen sekantor, hehehe…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: