Tambah Satu Jam, Kurang Satu Jam, Tah Papa…….

Sebuah sistem yang saya tidak terlalu terbiasa dengan nya : Daylight Saving Time. 

Tanggal 29 Maret ini adalah salah satu waktu dimana saya harus dengan berat hati mengganti jam, membuatnya lebih cepat.  Misal saya bangun jam  11 pagi (udah bukan pagi kali feb…), dengan menggunakan Daylight Saving Time, waktu kebangunan saya berubah menjadi jam 12 pagi.

Yang seringkali membuat saya bingung adalah paradigmanya . Dengan cara seperti itu, sebenarnya aktivitas kita dipercepat kan. dengan berat hati saya harus masuk ke kantor lebih pagi. Lo kok bisa?  Biasa saya masuk kantor jam 9, dengan adanya DST ini, saya harus masuk jam 8. lo bukannya jamnya udah disesuaikan ? …… mbuh lah saya mumet.

Dalam satu tahun, DST ini memaksa kita untuk menyesuaikan jam kita (termasuk pola tidur) sebanyak 2 kali. Satu di musim gugur, satu lagi di musim semi. Kalau di musim gugur kita dapat enaknya, karena kita dapat jatah leha2 tambahan satu jam. kalo biasanya masuk kerja jam 9, kita bisa masuk jam 10 karena jamnya dah dilambatkan selama satu jam.  nah yang ndak mengenakkan yang musim semi ini, kita harus kehilangan waktu (tidur) selama satu jam. 

Tujuannya apa to? seperti kita ketahui kalo di negara 4 musim, musim panas selalu membuat waktu siang lebih panjang. matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih akhir. Dari arti katanya sendiri : “Daylight Saving Time” yang bisa kita terjemahkan secara ngasal  Nyimpan Waktu Di Siang Bolong, cara ini adalah cara untuk beradaptasi dengan waktu siang yang lebih lama tadi. Adanya keengganan untuk memulai kerja ketika matahari sudah terik, ya mending jamnya aja disesuaikan, berangkat  lebih pagi, pulang lebih cepat. 

Saya paling susah buat ngitung waktu sholat di awal2 DST, waktu duhur jadinya jam berapa ya, waktu ashar jadinya jam berapa, dikurangi atau ditambah, duh…tapi lama-lama juga terbiasa dengan sendirinya. Di puncak musim panas Maghrib akan sampai ke kita jam 10 malam dan isya jam 11 malam lebih. jam 10 malam pun masih kayak siang bolong.

Jam weker saya harus diganti, jam tangan saya harus disesuaikan, alhamdulillah Iphone dan laptop saya dah bisa menyesuaikan hehehe, jadi lumayan kaget aja tadi pagi perasaan saya bangun seperti biasa, kok ternyata  udah 1 jam lewat di komputer. ntah vava…..

  1. gak ngerti feb. boro2 ttg itu, masalah wib wita wit aja suka gak ngerti konsepnya. hahaha…

    • Mohammad Rifai
    • April 6th, 2009

    Maaf tiba2 kesangkut dengan web ini. Komen dikit saja, karena saya juga (dulu) seringke LN jadinya sebelum berangkat saya senang download dulu waktu sholat di islamic finder, jadi nggak perduli mau DST + atau – tetap saja waktu sholat itu ditentukan oleh posisi matahari terhadap bumi…

    Salam kenal. Wassalam.

  2. Assalamualaikum.

    Iy bang, sudah terinstall software adzan di laptop ini, alhamdulillah bisa menyesuaikan Daylight Saving Time juga. jadi kalo dipikir2 sholat dhuhur jam setengah 3 gak terlalu aneh kan sebenarnya juga jam setengah 2 * tetep aja aneh kalo di indonesia :p *

    salam kenal.

  3. Hello there! I know this is somewhat off topic but I was
    wondering if you knew where I could get a captcha plugin for my
    comment form? I’m using the same blog platform as yours and I’m having problems finding
    one? Thanks a lot!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: