Eby’s Big Adventure [Antwerpen]

Sabtu jam 11 April 2009, jam 5 pagi saya terbangun. Tidur malam itu tidak terlalu nyenyak, seringkali terjaga di tengah-tengah tidur. Malam tidak terlalu cerah karena semalam selalu diliputi gerimis. Saya terjaga dengan cepat, mungkin karena pada dasarnya saya masih ada di alam luar. coba kalau ada selimut hehehe, ah tapi bukan itu yang saya cari di perjalanan ini. saya pikir saya harus melanjutkan perjalanan sekarang juga karena takut terlalu siang sesampainya di tujuan. Tujuan saya kira-kira 20 kilometer lagi. total jarak yang saya tempuh dengan sepeda rasa-rasanya adalah jarak Malang Surabaya.

Pagi itu ternyata langit masih tidak bersahabat. Gerimis masih mengundang wahaha, yah saya harus menepi dulu sekalian mengistirahatkan kaki yang sudah geol-geol (lemah kamu feb, lemah!). Saya harus melewati Brasschaat, Merksem, sebelum sampai di antwerpen.

Sepanjang pagi itu saya merasakan waktu berlalu begitu lambat. menyenangkan sebenarnya, karena saya pikir waktu yang saya habiskan jika seharian ada di dalam selimut terasa sia-sia, tapi dengan menikmati pagi ini saya melihat dunia di luar saya berjalan mengikuti saya. Jalan masih lurus tak menunjukkan ujung huhu. Di sepanjang jalan saya mengamati rumah-rumah orang belgia. Rupanya berbeda dengan apartemen milik orang belanda yang kotak-kotak standard, di sini rumah-rumah berpekarangan luas, dan rumahnya lebih menyerupai rumah tradisional orang Belgia jaman baheula, yang mirip rumah-rumah yang ada di komik asterix. suasana malah menyerupai daerah puncak, dengan pohon pinus tinggi menjulang, benar-benar beda dengan suasana belanda padahal sebenarnya wilayah ini hanya sejengkal dari Belanda (di peta sih jaraknya seupil hehehe).

2 Jam berlalu setelah saya memutuskan melanjutkan kembali perjalanan. pukul 7 pagi saya sampai di Meksem. saya benar-benar remuk redam, pikiran dah ndak jelas arahnya mau kemana, tapi saya pikir saya harus bertahan. Meksum… mengecewakan. kota tua kumuh isinya cuma rumah-rumah penduduk. dan sepii, tidak ada orang berkeliaran, hanya satu orang gendut naik sepeda sambil menggotong tas segede gabon ada di jalan. Sempat kehilangan orientasi harus ke kiri atau ke kanan, saya ikut insting aja ke kiri, dan meyakinkan diri dengan mencari petunjuk di peta trem setempat. Melewati Sport Palais, sekarang saya yakin ada di arah yang benar. Tapi, dimanakah Antwerpen Centraal Station? Kalau anda ada di kota-kota eropa, untuk mencari pusat kota sebenarnya cukup gampang. cari saja stasiun kereta terdekat. pasti centrum nya ada di dekat-dekat itu. Sempet tanya-tanya orang, ternyata malah saya nyasar cukup jauh. yah saya putuskan ikut jalur trem saja yang saya yakini akan membawa ke arah stasiun.

Semakin mendekat ke arah stasiun, saya meraih asa itu. Antwerpen kota yang cantik! semakin dekat, saya melihat kota yang tertata dengan rapi dikelilingi gedung tua. Dan ternyata stasiunnya sendiri sangatlah megah dan elok. saya pernah mendengar Antwerpen sendiri sempat menjadi pusat perkereta apian eropa, ternyata benar adanya, stasiun Antwerpen seperti pusat daya tarik yang menyedot perhatian orang. Di sebelahnya bahkan ada kebon binatang, wow. di kanan kiri saya lihat bertebaran toko berlian. nah yang ini mang ndak kalah terkenalnya, Antwerpen adalah sebuah kota pusat perdagangan berlian. bahkan ada berlian dengan Antwerpen Cut.

Saya masuk ke stasiun nya yang megah, saya harus mencari informasi untuk pulang (saya sudah memutuskan untuk pulang dengan kereta, karena membayangkan saya harus pulang dengan sepeda… tak sanggup oh tak sanggup………) . Menikmati wafel berlapiskan coklat nyum dari penjual yang jutek. Di dalam saya mendapat informasi bahwa naek kereta ke Maastricht tidak cukup mahal. humm.

DSC_0052

Batavus sudah melancong kemana-mana



DSC_0061

Stasiun Bagian Dalam

DSC_0064

Pusat Kereta Api Eropa Dulunya

Toh saya memutuskan untuk menghabiskan waktu dulu di antwerpen. Benar-benar kota yang cukup menawan. mengingatkan saya tentang Paris. Jadinya saya lari kemana2 di kota ini, senangnya…. jarak tempuh dengan menggunakan sepeda terasa pendek, jadi sangat nyaman. kotanya juga datar, dengan bantuan peta yang tersebar di mana-mana, saya menemukan banyak obyek bagus. ada groote markt, museum maritim, taman kota yang cukup cantik, anak2 bule yang lagi maen di taman wehehehe.

Pusat kotanya menarik, jalan2 besar dari batu batako, dengan restoran yang kecil tp menyenangkan di kanan kiri. 

DSC_0070

Pusat Kota

Groote Markt nya bagus, ada patung besar bernama “Statue of Brabo and the giant’s hand”, jadi ada air mancur keluar dari bagian-bagian tubuh patung itu yang beradegankan pergelutan raksasa, monster laut, dan mansuia, ntah vava… tp tampaknya di sinilah pusat penduduk berkumpul dan menikmati sore. lapangan besar dengan dikelilingi katredal yang saya ndak apal apa aja namanya hehehe 

DSC_0090

Groote Markt

Mirip dengan Amsterdam, kota ini ada di pinggir kanal, juga ada di muara sungai besar yang  berujung ke laut utara.  Jadinya ndak heran kalo ada museum maritimnya. kapal-kapal dari jaman beheula di parkir di sini tp ndak terlalu banyak juga yang menarik.  Cuman secara kesuluruhan tempatnya menyenangkan juga karena di bangun di atas benteng / fort gitu

DSC_0107

Pinggir Kanal

DSC_0110

Museum Maritim

Taman Kota nya besar, dengan pohon-pohon yang rimbun. sempat menututp hidup karena bau toilet umum yang eeeemmmh, penduduk saya yang lihat saya mengernyitkan hidung * istilah baru * cuman ketawa aja. dan di taman itulah insting pedopil saya mulai bermain, jeprat jepret anak kecil yang lagi maen di ayunan dan wahana lain. lucunyaaaa… ada anak kembar juga yang lg doyan-doyannya eksplorasi dunia baru mereka. tp berhubung lensa saya lensa udik, gak bisa terlalu dekat juga ngambilnya, takut disangka penjahat beneran yang doyan sama anak-anak huhuhu. 

DSC_0118

Taman Kota

Perjalanan di antwerpen sih berakhir kembali di stasiun. karena saya ndak nemu hotel yang murah * ngarepnya sih ada yang 20 euro semalam, lumayan buat mandi dan berbenah, tapi cuman ketemu yang 50 euroan wiii *. sebelum memasuki stasiun sih saya menyempatkan diri lihat-lihat apa sih berlian yang dijajakan di kanan kiri jalan. begitu banyak toko berjejeran dan menjual hal yang sama, dengan embel-embel sale sampe 20 persen. nah di saat saya yang udik ini lihat-lihat tak ada niat beli inilah ada kejadian yang bikin cukup sebal. ” mas-mas, kalo cuman mau lihat2 aja tolong pergi, sepedanya ngalangin orang yang mau liat-liat” huhuhu… entar deh kalo dah punya duit, saya kunjungin toko sebelahnya wahahahaha

Dan sesaat kemudian, saya sudah ada di dasar stasiun * stasiun nya 3 lantai, sugoi tenan lah * naek kereta menuju brusel …

 

    • Ferdinna
    • Mei 10th, 2009

    Febriiii,,,seruuu pisannnn ceritanyaaa,,,doooh berasa baca komik setengah ensiklopedi,,hahahahah,,,,lanjutkan feb,,ditunggu cerita di kota-kota lain,,

    mboiss,,mboiss,,,

  1. CUH!

  2. Feb, disana ada tukang tambal ban nggak?

  3. kok itu stasiunnya kaya yang ada di GossipGirl ya?
    hahaha jangan2 syutingnya disono :p

    btw di belgia pake bahasa apa k??

  4. @dibon
    apa sih bon, iya tau, saya emang ganteng kok hehehe

    @aulia
    ora ono ul, iku ketar-ketire, opo maneh pas ndik tengah hutan.. wis gak kebayang hahaha, pas awal2 lah ban e wis masalah to

    @ume
    wah iya lupa cerita. Belgia itu ada 2 bahasa. Belanda sama Perancis, pas di Antwerpen yang kebanyakan dipake adalah bahasa belanda, tp nanti pas di brusel orang2 nya ngomong perancis semua, viola viola laaah

    • hamsahfansuri
    • Mei 14th, 2009

    Top feb…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: