Kota Matahari Tenggelam

Ada peristiwa yang begitu menancap kemarin sore. Aku pandangi langit menjelang matahari turun dan bersemayam di ujung senja, terlihat sedemikian rupa apa yang kusebut kota matahari tenggelam.

Kalau aku tanya apa kata hati dan perasaanku tentang pemandangan yang baru saja tertanam di dalam benak ku kemarin sore, aku sendiri tak bisa menjawab. Haru, sedih, senang, kagum, benar-benar tak bisa di jelaskan.

Dibalik awan yang memerah terpercik cahaya matahari itu, timbul pola-pola yang berkelompok. Jikalau pernah melihat kemerlap cahaya lampu kota dari atas bukit pada waktu malam hari, mungkin sensasi yang ku rasakan seperti itu… tapi rasanya lain. lebih luas, lebih ramai, lebih indah…

Aku sudah berimajinasi bagaimana penduduk di kota itu saling menyapa, dengan segala aktivitas yang mereka lakukan, di atas awan. Kehangatan dan keramahan menyergap dari segala arah, imajinasi berubah menjadi terawang, terawang berubah menjadi lamunan, namun tak bosan-bosan aku sibuk dengan khayalanku sendiri, tentang kota matahari tenggelam itu.

Mungkin inilah yang dinamakan keindahan, ketika perasaan sendiri tak bisa mendefinisikannya…

  1. inspiring thought!đŸ˜€

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: