MicroKia

Hemmm, bener-bener tergoda untuk membahasnya. Februari 2011 Nokia dan Microsoft memutuskan untuk membangun partnership yang sangat strategis : Nokia sebagai sumber hardware berlimpah, dan Microsof sebagai sumber software berlimpah, sepakat untuk berkolaborasi membangun ekosistem Windows Phone 7 di atas handset Nokia.

Was it surprising ? definitely. Nokia dari dulu tidak ingin beralih ke android dengan alasan mereka telah memiliki suatu platform yang dahulu kala pernah populer : Symbian. Namun dengan ilustrasi yang dibawa oleh Stephen Elop, CEO Nokia, telah jelas bahwa dengan kesepakatan ini Nokia mau tak mau harus ‘membunuh’ platform yang dulu pernah dibesarkannya.

Will it be good ? now it is a good question. Menurut saya salah satu pihak yang paling diuntungkan adalah Microsoft, karena ketika Nokia hanya mem’beli’ windows phone 7 yang ibaratnya new born baby, Microsof sebaliknya mem’beli’ reputasi Nokia sebagai pembuat hardware handal yang sudah eksis dari pertama kali saya mengenal Handphone, which is looong long long time ago.

Namun pertanyaan yang benar-benar terlintas di pikiran: benarkah Microsoft benar untung di semua sisi? Masalah yang paling kentara adalah Microsoft telah melakukan partnership dengan hardware providers lain untuk membangun ecosystem windows phone 7 (walau dengan hasil yang belum memuaskan). Jika kita melihat bahwa kerjasama Nokia dan Microsoft sebagai sesuatu yang superior, Microsoft ibaratnya mengusir provider lain secara halus. Provider diluar Nokia akan malas untuk masuk di rencana ekosistem yang dikembangkan dengan lebih condong ke Microsoft dan Nokia. Provider lain akan beralih ke platform lain yang lebih netral seperti misalnya : Android.
Namun dunia mobile buat saya sesuatu yang sangat menarik tapi tak terduga. Perkembangannya tidak bisa diramalkan walau saya cukup benar akan suatu hal : Windows Phone 7  tidak akan terlalu berhasil di peluncurannya karena pada dasarnya consumer tidak membutuhkan terlalu banyak platform, dan windows 7 design interface yang saya rasa terlalu segmented.

Tetapi dengan melihat kolaborasi strategis ini, mungkin arah angin kesuksesan bisa berubah arah. Dengan melihat real concept MicroKia seperti di gambar diatas, saya dapat melihat betapa strategisnya kolaborasi ini. Dan kebetulan saya suka how they smoothly stated that they are now ready to enter the war :

Time will tell laaaaaah….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: