Mencoba sesuatu

Dikirim .Excitement pada Juli 9, 2008 oleh febrian

Aku sih sadar blog ini isinya benar-benar curhatan hati hehehehe. kadang isinya ndak jelas, ndak terlalu bermanfaat, tujuannya cuman berniat menghibur.

Naaaah, rupanya identitas diri ku yang lain yang mode lebai pengen mencoba hal-hal yang berguna bagi bangsa dan negara. demi memisahkan niat buruk dan niat baik, aku coba pisahkan konten ttg tulisan-tulisan antara yang jelas, dan sayup-sayup * minjem istilahnya anna pas kaderisasi *, pengen sedikit berbagi ilmu, wawasan, pikiran, pendapat di bidang yang memang sedang aku geluti sekarang. Menulis artikel-artikel ringan dan kecil tentang apa yang aku ketahui, semoga bisa bermanfaat dan semoga semangat berbagi ini tetap bertahan terus sampe ilmu saya benar2 habis tak ada yang bisa dibagi!

silakan kunjungi http://akarstudio.wordpress.com

Graduation Day

Dikirim .Story pada Juli 8, 2008 oleh febrian

Nan jauh di sini tanpa kehadiran keluarga dan tanpa pendamping wisuda… diadakanlah sebuah acara kecil menyambut penyerahan diploma kami. Dengan ini saya persembahkan : Febrian Aris Rosadi B. Eng, :D

Acaranya sendiri jauh dari gegap gempita yang seperti kita rasakan di ITB. Hanya penandatanganan diploma, pesta kecil dengan kehadiran dosen dan makanan kecil seperti keju *jangan diambil, jangan diambil…*, Alhamdulillah program kuliah yang saya ikuti ini telah resmi dinyatakan selesai. Berikut reportase acara dari sudut pandang kamera saya Nikon D40 tercinta.

Keterangan :

1. Penandatanganan diploma
2. Diberi selamat oleh supervisor kami, Jan Baas
3. Berfoto bertiga dengan Ryan dan pembimbing kami, Wim Lablans.
4. Menikmati minuman dengan Edo dan Farid
5. Mirip kah sama foto2 wisuda di Indonesia ?
6. Sama ryan, yup itu wine, tapi cuman pajangan doang kok :D

* ya ya…. silakan dikomentari pipi saya yang semakin bulet, dan kebetulan tampak ‘berkilau di sini’…*

Tapi bagaimanapun, Alhamdulillah. Sekarang waktunya mempersiapkan untuk mendapatkan wisuda di ITB.  Yosh!

A Kermis Story

Dikirim .Excitement pada Juli 1, 2008 oleh febrian

a kermis story jpg

Sedikit buka2 hasil gambar lama yang pernah kukerjaan dan gak selesai (kebiasaan buruk), ketemu juga ama yang satu ini tinggal sedikit lagi yang sudah kukerjakan pake painter, ya sudahlah kuselesaikan ama photoshop. Kapan-kapan juga pengen ngasih tutorial dikit ttg scan dan mewarna digital, aku mah amatir jadi tutorial nya bakal amatir2 juga :D. tapi untuk hasil yang satu ini aku lumayan suka komposisi warnanya secara sebenarnya saya gak bakat mewarna.

Kermis artinya di sini pasar malam, Kermis di Haarlem adalah diselenggarakan terakhir kalinya akhir april yang lalu, dan aku lumayan punya cerita kesel tentang Kermis yang satu ini hehehe, mending gak usah diceritakan (niat bikin penasaran). Sebenarnya sudah dua kali aku mengikuti kermis disini, di Diemen dekat tempat kosku dulu dan di Haarlem dekat kantor tempat ku bekerja. Dan sudah dua kali juga aku yang ketawa-ketiwi melihat orang2 naik  wahana, berganti rupa aku yang teriak-teriak pucat di atas wahana yang sama yang mereka naiki ( “i wanna go doooowwwnnn…..” ). Seneng sama roti tabur gulanya, Seneng dengan kemeriahan yang disajikan, rasanya seperti melihat satu kota berkumpul dan berbagi waktu bareng di satu tempat. Sederhana tapi menyenangkan.

So? let’s go back to sleep. zzzzzzzzz.

Sad Stories

Dikirim Uncategorized pada Juni 28, 2008 oleh febrian

Entah kenapa akhir2 ini saya sering banget mengalami blunder. analisis ku sih mungkin karena kecapekan ndak jelas setelah kurang tidur, banyak tekanan dan banyak makan.
Contoh-contoh berikut saya ajukan berdasarkan kenyataan dan pengamatan yang dilakukan oleh penulis dalam beberapa hari terakhir :

1. Beberapa hari yang lalu, tertidur di metro. bangun-bangun metronya sudah ngetem di stasiun paling akhir. uhuuuuuuuuuuk. kenapa ndak ada yang bangunin saya? apakah wajah saya terlalu polos ketika tidur ?

2. Sehari kemadian terjadi hal yang sama, tertidur di metro, tp ini di stasiun yang arah sebaliknya dan yang terjadi lebih parah lagi. bangun-bangun metronya sudah berangkat lagi kembali ke arah kedatangan saya setelah ngetem sekian lama. jadinya saya harus turun di stasiun berikutnya dan naek lagi metro yang menuju ke tempat di centraal, tempat saya tidur terlelap tadi. kenapa ndak ada yang bangunin saya? apakah wajah saya terlalu polos ketika tidur ?

3. Sorenya, saya tertidur di kereta. Sampai kereta sudah berhenti di amsterdaam, tempat tujuan saya, dan keretanya mau berangkat menuju kota selanjutnya, saya masih tertidur pulas. kenapa ndak ada yang bangunin saya? apakah wajah saya terlalu polos ketika tidur?

4. Ini yang paling ultimate. Ada satu paradoks. Saya harus buka pintu dengan menggunakan kunci. Agar bisa menggunakan kunci, saya harus buka pintu. kenapa? karena pintu saya otomatis terkunci dari luar dan saya meninggalkan kunci kamar saya di dalam. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrg. caretaker gedung apesnya tidak menunjukkan batang hidungnya hari jumat ini, jadilah sabtu, minggu ini saya akan luntang-luntung ndak jelas di kamar temen, malak tempat nginep, karena baru senin saya bisa ketemu caretaker dan minta kunci cadangan. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. tak ada baju ganti, tak ada komputer (aktivitas blogging ini dari komputer nya ryan, tempat nginep di hari jumat, siapakah yang bersedia menampung saya sabtu ini dan minggu ini angkat tangan!!!! * nihil…..* )

5. Demi menghabiskan malam yang sepi tanpa adanya kamar, saya menonton film hulk di bioskop. dan dengan suksesnya saya tidur di bagian tarung derajat, eh tarung klimaksnya. bagus………..

Lulus Bagian Pertama

Dikirim Uncategorized pada Juni 26, 2008 oleh febrian

Pagi ini…
acara presentasi pun dimulai, dengan bahasa inggris yang sangat gelagapan sekali.
(emm aku ndak merendah, kemampuan bahasaku bener2 ndak improve di sini, english kacau, bahasa indonesia kabur, belanda masih sangat purba dan terbelakang….)

tp entah kenapa mungkin hati ini sudah terkonek ke dosen pembimbing (Wim Lablans) dan penguji kedua(Lya van der kamp) yang gak terlalu mempermasalahkan english saya, atau
terpesona oleh keluguanku, atau kerja keras yang berasal dari hati nan paling dalam ini (cih)…

setelah minta doa dari bumi, cuman berharap aku tahu yang apa aku lakukan dan berjuang terus ampe akhir….

akhirnya lulus juga….Alhamdulillah

(* peb, masih satu lagi….. *)

Suporter Nelangsa

Dikirim .Story pada Juni 8, 2008 oleh febrian

Pernah gak, dukung seseorang, tapi bikin emosi…

aku sih sering, entah kenapa pihaK yang aku jago selalu ada aja kejadian aneh menimpanya ( apa aku bawa apes ya? ), yah seperti sore ini beberapa menit yang lalu. Kimi tiba2 aja harus keluar karena mendapat insiden yang melibatkan kubica, kimi sama hamilton, waaaaaaaaaaaarrrroooooooooooommm (red : why?????)

sudah cukup sering sih kejadian kayak gini, dan biasanya melibatkan F1. secara aku adalah lumayan penggemar berat formula 1, dan dulu adalah penggemar McLaren dengan Mika Hakkinen sementara sekarang penggemar Kimi Raikonnen. Masih ingatkah kejadian Mika Hakkinen harus berhenti padahal beberapa tikungan dia bisa finish juara? dan akhirnya posisinya diambil alih sama si Michael?? dan masih inget kah ketika kimi memimpin tapi tiba2 dia harus merelakan bannya meletus? aaaah, dan kejadian kayak gini ini bener2 bikin bad moood!!!!! lumayan butuh tidur yang lama, makan yang banyak, jalan2 seharian buat melepaskan bad mood ini, pengen marah-marah, nendang-nendang…

karena itu jadi males ngikutin event live olah raga, Bukannya aku pengkhianat bangsa ketika gak mau nonton langsung memberi dukungan timnas kita, tp saking supportivenya ya itu, kalo ada kejadian buruk mood bisa ilang lenyap dihembuskan oleh angin gurun yang kering dan gersang.. (jayus). Kasian nasib laporan saya, kasian nasib temen2 ceting saya yang jadi korban kegarangan bad mood huhuuu…..

Racau Rana

Dikirim .Poetry pada Juni 4, 2008 oleh febrian

Biarkan aku meracau di tulisan ini…

Baca selebihnya »

Roman Picisan Web Developer

Dikirim .Story pada Juni 4, 2008 oleh febrian

Di sebuah pantai pasir yang penuh lalu lalangnya orang
Matahari senja memerah memacu diri menuju ke ufuk barat pelaminannya manyambut malam
Keakraban yang terbangun begitu hangat terasa
Sahabat berbincang erat, melayangkan kabar dan meratap jawaban dari sang rekan
Dan terdengarlah kata dan kalimat bincangan meraka

“Kalau matahari warna merah gini, kode warna RGB nya berapa ya?”

[Berdasar kisah nyata rapat kantor di Zandvort Aan Zee, 7 Mei 2008]

You’ll be in my heart…

Dikirim .Story pada Juni 3, 2008 oleh febrian

Sebuah pengakuan, kami pria-pria berumur 20 tahunan di kantor Haarlem, pagi-pagi membuka winamp, dan akhirnya menyetel lagu-lagu “Disney soundtrack” huehehehe.

dan salah satunya adalah lagunya phil colins dari soundtrack tarzan, film yang aku tonton ama temen ku  di rumahnya  yang dekat dengan terminal Malang yang penuh dengan lalu lalang bis

Come stop your crying
It will be all right
Just take my hand
Hold it tight

I will protect you from all around you
I will be here
Don’t you cry

For one so small, you seem so strong
My arms will hold you, keep you safe and warm
This bond between us can’t be broken
I will be here
Don’t you cry

‘Cause you’ll be in my heart
Yes, you’ll be in my heart
From this day on
Now and forever more

You’ll be in my heart
No matter what they say
You’ll be in my heart, always
Always

Andai…

Dikirim .Excitement pada Mei 30, 2008 oleh febrian

[Spoiler alert buat anak-anak IF, mohon jangan dibaca ketika anda sedang makan. sedang belajar, sedang ujian, atau sedang tidur]

I would like to close by clearing up a few misconceptions and also correcting a couple of errors. First, I REALLY am not angry with Linus. HONEST. He’s not angry with me either. I am not some kind of “sore loser” who feels he has been eclipsed by Linus. MINIX was only a kind of fun hobby for me. I am a professor. I teach and do research and write books and go to conferences and do things professors do. I like my job and my students and my university. [...] I wrote MINIX because I wanted my students to have hands-on experience playing with an operating system. After AT&T forbade teaching from John Lions’ book, I decided to write a UNIX-like system for my students to play with. [...] I was not trying to replace GNU/HURD or Berkeley UNIX. Heaven knows, I have said this enough times. I just wanted to show my students and other students how you could write a UNIX-like system using modern technology. A lot of other people wanted a free production UNIX with lots of bells and whistles and wanted to convert MINIX into that. I was dragged along in the maelstrom for a while, but when Linux came along, I was actually relieved that I could go back to professoring. [...] Linus seems to be doing excellent work and I wish him much success in the future.

While writing MINIX was fun, I don’t really regard it as the most important thing I have ever done. It was more of a distraction than anything else. The most important thing I have done is produce a number of incredibly good students, especially Ph.D. students. See my home page for the list. They have done great things. I am as proud as a mother hen. To the extent that Linus can be counted as my student, I’m proud of him, too. Professors like it when their students go on to greater glory.

Sebuah kutipan dari artikel di wikipedia. dari siapa hayoo?? jawabnya adalah Andrew S Tanenbaum. Orang yang kita kambing hitamkan menjelang Ujian Akhir Operating System. Bukunya yang berjudul Operating Systems: Design and Implementation yang menjadi korban pemerkosaan di Dunia Baru, Tamansari, Bandung, adalah buku yang kita (tepatnya ’saya’) hiasi dengan airliur semalam menjelang ujian kuliah OS.

namun….. setelah baca artikel tentang beliau (saya beneran kaget beliaunya masih hidup!! astaghfirullah, hidup, eh, tinggal di Amsterdam lagi!!! astaghfirullah lagi) saya baru tahu dia adalah inspirator utama Linus Torvald untuk mengarang sistem operasi yang sekarang terkenal dan mendunia , LINUX(Linus ini saya duga sudah tua botak, ternyata, masih muda….). Tanenbaum menulis sebuah operating system bernama MINIX hanya untuk menanjukkan bagaimana bekerjanya sistem yang dia jabarin ngalor ngidul di bukunya. dia nulis OS untuk ngajar aja!!!!! biar muridnya bisa lebih paham apa yang dia ajarkan!!!

Aku jadi pengen baca bukunya Tanenbaum lagi, aku jadi pengen punya sebuah sistem MINIX, pengen baca kodenya dan ngerti…. (Mode boong : on)

Andai….

PS : komentar itu muncul setelah perdebatan Tanenbaum dengan Linus mengenai sistem Mikrokernel atau Monolithic, seperti diketahu, Linus terinspirasi dengan sistem Minix yang ditulis oleh Tanenbaum untuk kemudian menulis sistem miliknya sendiri, Linux. Linux menggunakan sistem monolithic sementara Minix menggunakan sistem microkernel. seseorang bernama Kenneth Brown yang terkenal dengan bukunya Samizdat pada tahun 2004, menuduh Linus mengkopi kode Minix di dalam Linux. Mengesampingkan perdebatannya dengan Linus, Tanenbaum malah membuat sebuah pembelaan yang mengemuka berupa komentar di atas.